Lika Liku Perjuangan Menjadi Seorang Mahasiswi di Perguruan Tinggi Negeri di Makassar

Wah…kalau ngomongin perjuangan yang satu ini, betul-betul sussaaahhhh… Tapi, Alhamdulillah…sekarang saya menikmati status saya sebagai seorang mahasiswi di salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Makassar. Yaa..di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, merupakan salah satu PTN yang lumayan banyak peminatnya. Gimana gak, PTN di Makassar hany ada tiga. Kebayang kan berapa banyak saingannya? Ditambah seleksinya yang lumayan sulit. Saya certain dari awal yaah..
Setelah lulus dari SMA Negeri 1 Tinggimoncong, saya waktu itu sempat daftar lewat jalur PMDK (Penelusuran Minat dan Bakat) dengan memilih kampus Universitas Negeri Makassar untuk jurusan Pendidikan Fisika. Tapi sayangnya, saya gak ada rezeki di sana, dan memilih untuk beralih ke kampus lain, dan jatuhlah pilihan saya pada UIN Alauddin Makassar. Tahun 2010, UIN membuka penerimaan mahasiswa baru melalui tujuh jalur, yaitu PMDK, Bidik Misi, Ujian Masuk Bersama (UMB), UMB-PTAIN (khusu untuk kampus dan institute di bawah Kementerian Agama RI se-Indonesia), Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Ujian Masuk Lokal (UML), dan Ujian Masuk Khusu (UMK). Di antara ke tujuh jalur ini, pertama saya mengikuti UMB, sayangnya gak lulus lagi. Pffftt… Waktu itu, pilihan pertamanya, saya ngambil farmasi. Ah…tapi gak apalah. Mencoba berbesar hati dan coba ikut lagi tes SNMPTN dengan pilihan pertama tetap Farmasi, kedua Ilmu Keperawatan, dan ketiga Ilmu Komunikasi. Semuanya pada satu kampus yang sama, UIN Alauddin Makassar. Itu udah mentok Cuma mau daftar di UIN aja. Bukan sakit hati sih, tapi emang udah srek dengan UIN, apalagi sudah dapat brosur sampai akhirnya tahu kalo di UIN itu ilmunya selalu diintegrasikan dengan agama. Dunia dapet, akhirnya juga kaaannn?? Tiba pengumuman, gak ada feeling sama sekali bakalan lulus, malah udah yakin gak lulus lagi. Bahkan, saking parnonya, sampe gak mau lihat sendiri pengumumannya. Terpaksa, Mama dan sepupu yang turun tangan, sibuk ngewarnet, dan saya sibuk nongkrong di kamar mandi dengan perasaan yang campur aduk. Kenapa di kamar mandi? Karena saya kebelet mau pup.. ups, hahahaha.
Mama dan sepupu pulang dan taraaaaa…. Alhamdulillah, saya lulus, walaupun hanya di pilihan ketiga. Masih belum puas, karena emang manusia gak ada puasnya, saya daftar lagi jalur UMLnya UIN Alauddin Makassar dengan pilihan pertama tetap jatuh pada Farmasi, dan yang kedua pilih Ilmu Peternakan. And then…tibalah saat yang dinanti, pengumuman. Alhamdulillah…lulus lagi di pilihan kedua. Pertanyaan muncul. Saya kuliah di peternakan? Jadi bingung sendiri, takut sama binatang tapi kok sempat milih ini waktu daftar yaa? Tingkat kesadaran saya waktu itu sepertinya sedang di bawah batas normal. Hihihihi…
Pada saat itu, saya ngambil kesimpulan, jalan saya kayaknya emang gak ada di Farmasi. Ibarat cinta, ini sudah ditolak mentah-mentah dan berulang kali pula. Ini sudah bikin patah hati yang teramat. Hiks..hiks..
Nah…sekarang kan sudah lulus di dua jurusan, yang satu Ilmu Komunikasi, yang satunya lagi Ilmu Peternakan. Walaupun begitu, tetap saja orang tua nawarin buat daftar lagi di tempat lain. Hmm…daftar lagi? Test lagi? Udah deh yaa…cukup sampai disini. Teman yang lain udah fokus untuk jadi mahasiswa baru, masa’ iya saya masih sibuk buat daftar lagi? Udah lulus di PTN aja udah bersyukur, banyak orang loh yang pengen banget jadi mahasiswa di PTN, tapi gak lulus-lulus. Ini udah diterima, masa’ mau disia-siain gitu aja. Tapi, teruntuk kedua orang tuaku, kalian the best lah. Gak kehitung berapa biaya, tenaga dan waktu buat saya di masa-masa pendaftaran itu.
Akhirnya, saya dibuat bingung lagi. Sehari sebelum daftar ulang, semalaman saya mikir keras mau ngambil komunikasi atau peternakan. Mondar-mandir Tanya orang yang sudah pengalaman, banyak yang kasih masukan tentang kelebihan dan kekurangan dari kedua jurusan ini. Dan akhirnya, saya putuskan untuk ngambil Ilmu Komunikasi. Saya melihat ada secercah prospek yang menggiurkan disana. Hahaha.. Semua instansi negeri dan swasta butuh yang namanya humas. Gak bisa dipungkiri juga, setiap orang perlu menjadi pribadi yang bijak dan cerdas dalam berkomunikasi. Semoga…ini memang menjadi jalanku dan seiring berjalannya waktu, rasa cinta pada jurusan ini semakin banyak. Sekarang, yang terpenting adalah berusaha untuk menjadi mahasiswi yang baik dan kalau bisa sampai Cumlaude. Aamiin!!

Satu hal lain yang terpenting dalam hidup ini bahwa SAYA HARUS MEMBAHAGIAKAN KEDUA ORANG TUAKU. Pesan saya, jangan memaknai hidup ini secara dangkal. Karena, dibalik setiap kejadian dalam hidup ini pasti ada hikmah yang tersirat. Semangatki’ anak muda!

foto bareng teman-teman Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Makassar angkatan 2010. Sambil nunggu kelas PIKIH, narsiss bareng yukk... hehehehe

(Dari ki-ka): Fitrah Ardyaningsih Rajab (sistah ku yang paling sering jalan bareng sama saya, sekarang udah gak sekampus lagi, semester awal mutusin pindah ke Universitas Hasanuddin dan ngambil Ilmu Peternakan. Ternyata, si doi lebih berani sama binatang daripada saya. Miss u beiibbbeehh...

Saya sendiri

Dwi Cahya Ramadhani (sahabat saya yang suka kentut. hihi)

Jumriani (sekarang sudah pindah kampus juga di Universitas Muhammadiyah, Pare-pare)

Lily Fadhliah (ini juga sahabat saya yang sukaaa banget sama all the thing about Japhanese)

(Atas: ka-ki): Muh. Husni (no comment, haha)

Andi Arwina Saputri (gadis asli kabupaten Bulukumba, SulSel. Paling sering sharing tentang tugas sama dia)

Muh. Wajdhy (cowok yang paling serius kelihatannya, hahaiii)

Sri Harianti (nama panggilan kami sama loh, jadi kalo lagi di kelas kami suka kompakan  merasa setiap ada teman yang manggil nama kami, gak jelas soalnya manggil siapa)

Muh. Fachri Mahar (putra asli Tangerang, tapi punya banyak keluarga di Sulsel. Makanya, bisa kesasar kuliah disini. Sampe sekarang susah logat Makassar)


0 komentar:

Posting Komentar