Sebuah ulasan tentang Catatan Kebudayaan oleh Bapak Taufiq Ismail. Dimuat pada Majalah Sastra Horison, edisi 12, tahun 2010.
Sebuah catatan kebudayaan oleh seorang penyair terkenal, Taufiq Ismail. Menggunakan analisa kritis, memandang jauh ke dalam permasalahan yang terbilang kekinian pada layar kaca pemirsa di rumah.
Taufiq mengkritisi berbagai tayangan televisi yang dianggapnya sebagai cermin penjajahan masa kini. Penjajahan berkedok modernitas. Penggunaan bahasa Amerika dalam berbagai tayangan televisi Indonesia yang sebenarnya masih jauh lebih keren jika menggunakan bahasa kita sendiri, BAHASA INDONESIA. Sepertinya, telah banyak yang lupa akan janjinya pada butir ketiga Sumpah Pemuda, bahwa kita akan menjunjung bahasa persatuan kita.
Dalam catatannya ini, Taufiq mengawalinya dengan mengkritisi salah satu nama program berita, "Top Nine News". Sedangkan, dengan menggunakan kalimat, "Sembilan Berita Penting", juga tidak kalah bagusnya dijadikan nama program.
Taufiq memandang bahwa penggunaan bahasa asing dalam berbagai tayangan ini, membuat tujuan modernitas berubah menjadi bentuk kebobrokan bangsa. Alih-alih ingin terlihat jago berbahasa asing, malah semakin membuat kesan penjajahan atas bahasa sendiri.
Di akhir catatannya, Taufiq berkesimpulan bahwa kesadaran berbahasa Indonesia tidak lagi menjadi tanggung jawab media sebagai salah satu alat kontrol. Media saat ini tidak lagi mengurus tentang kesadaran berbahasa, tetapi mencari laba sebanyak-banyaknya. Sangat disayangkan karena media seharusnya menjadi pelopor berbahasa Indonesia yang baik.
Jadi, sah-sah saja jika kita berpendapat bahwa media yang ada saat ini telah mengalami disfungsi.

0 komentar:
Posting Komentar